Friday, April 24, 2009

Apakah dengan rendah hati kita menunjukkan kelemahan kita?

Air mengalir ke tempat yang lebih rendah tetapi air terjun Niagara megah, kuat dan tidak pernah berhenti.
Dalam skala yang lebih kecil yaitu tetesan air yang kelihatan tenang, konstan dan tidak berbahaya didalam sebuah gua. Dalam jangka waktu tertentu mampu melubangi batu keras dengan tetesannya.
Kita tidak perlu merasa merasa menunjukkan kelemahan Anda dengan kerendahan hati. Tetapi percaya ataupun tidak sangat dibutuhkan kejujuran dalam ber-rendah hati. Dengan rendah hati tanpa kejujuran atau sebaliknya rendah hati secara berlebihan, sikap kita bisa saja memberi kesan kesombongan atau sebaliknya rendah diri.

Demikian bisa saya contohkan. Suatu hari kita diundang untuk datang ke sebuah acara pernikahan atau peluncuran produk dengan pakaian rapih dan jam tangan berkilau dimana hanya kita yang tahu kemahalan harganya. Kemudian kita diturunkan oleh supir dilobby gedung tersebut dan kebetulan bertemu dengan teman lama kita selepas Jaguar kita meninggalkan area drop-off. Teman tersebut agak ragu menyapa kita karena masih memastikan apakah kita orang yang dia kenal. Bagaimana apabila Anda berada dalam posisi tersebut dan saat itu waktu tidak sedang memburu Anda. Apakah Anda akan menyapa terlebih dahulu?

Anda pasti akan menyapa. Walaupun kepastian ini saya buat agar Anda mau merendahkan hati saat membaca tulisan ini.
Teman lama Anda tentu akan sangat berbahagia ketika Anda menyapanya. Teman Anda mungkin bertanya, "Halo, Bung, lama tidak berjumpa. Usaha apa kamu sekarang? Kelihatannya hidupmu sekarang sangat baik."
Bagaimana Anda akan menjawab? Ada beberapa kemungkinan jawaban.
(1) "Wah agak susah usaha saya."
(2) "Ah biasa saja."
(3) "Luar biasa. Kamu bisa lihat sendiri."
(4) "Usaha saya cukup baik. Terima Kasih."

Jawaban pertama terdengar lebih rendah diri dibanding rendah hati. Jawaban kedua terdengar malah sangat rendah diri. Jawaban ketiga sangat jauh dari rendah hati maupun rendah diri. Yang ini terkesan tinggi hati. Jawaban terakhirlah yang rendah hati tetapi jujur. Walaupun kita tidak tahu juga apakah setelah jas dan jam tangannya adalah pinjaman(Wahaahha).

Demikianlah kita berperilaku. Apapun sikap yang kita ambil perlu selalu ingat untuk melibatkan kejujuran hati kita. Maka itulah selalu kita harus memupuk hal baik dalam pikiran kita. Hal tersebut agar supaya kerendahan hati kita tidak menyebabkan tersinggungnya orang lain.

0 komentar:

Post a Comment