Thursday, September 3, 2009

Kakek Pembuat Jam

Seorang kakek sedang bekerja dibawah keremangan sinar lampu. Dengan perlahan dan sabar ia mengambil bagian terakhir dari karyanya. Memasangnya menjadi sebuah jam penunjuk waktu yang terlihat kokoh. Kening Sang Kakek keriput tetapi wajahnya terlihat bergembira. Ia telah menantikan waktu ini sejak lama. Kemudian sang kakek mulai memberikan detaknya yang pertama dengan sedikit mengayunkan bandul jam tersebut. Dengan lirh ia mulai berkata, "Wahai jam ku yang rupawan aku ucapkan selamat atas hari jadimu."

Alkisah Jam itu seperti tersenyum dengan 2 jarum tipis sebagai bibirnya.

"Bolehkan aku meminta sesuatu padamu?", minta Sang kakek.

"Tentu saja kakek. Apa yang dapat saya lakukan?", demikian jawab Jam.

"Aku inginkan kamu untuk berdetak sebanyak 604,800 kali untukku setiap minggunya?"

"Kakek aku ini baru saja lahir dan mulai berdetak. Aku tidak yakin apakah aku sanggup memenuhi permintaanmu."

Sang kakek agak menunduk. Tetapi kemudian dia tersenyum.

"Baiklah, jam. Berikan aku detak sebanyak 86,400 setiap harinya. Apakah kamu bersedia wahai jam?", minta Sang Kakek lagi.

Jam menghela nafas panjang. Menatap Sang kakek dan memberikan tatapan ragu. "Entahlah, kakek. Aku ingin sekali mencoba. Tetapi aku takut mengecewakanmu."